Wednesday, July 6, 2005

Conflict management buat umat

http://mridha.blogspot.com/2005_07_05_mridha_archive.html
Terus terang saja, saya memiliki trauma mengenai unity dalam umat ini. Sudah banyak saya lihat perdebatan sengit di masjid, sampai menuju ke perkelahian fisik sesama Muslims, hanya karena diakibatkan perbedaan pendapat terhadap suatu hal yang sepele. Dalam rapat MSA (Muslim Students' Association), masjid committee members, bahkan dalam acara ceramah mingguan di dalam masjid, sempat pernah terjadi konflik macam ini. Sedihnya lagi, ada beberapa Muslim yang baru mencoba aktif di masjid, menjadi malas ke masjid kecuali untuk shalat Jum'at, karena perasaan was2 terjadinya conflict.

5 comments:

  1. Ya..begitulah khilafiyah...sampe kiamat gak akan kelar2. Sama dengan diskriminasi terhadap kaum wanita Muslimah yang ternyata dipengaruhi kebudayaan patriarkhal...

    ReplyDelete
  2. Tampaknya kita harus bisa membedakan mana saja yang bisa disebut budaya2 yang bersifat patriarchal yang tidak ada dasarnya dalam Islam (misalnya female genital mutilation, honor killing, not allowed to drive, not allowed to vote, dll), dengan aturan2 yang memang jelas ada dasarnya (misalnya aturan dalam beribadah, perkawinan, batas2 aurat, atau pembagian warisan, dll, yang jelas berbeda antara laki2 dan perempuan).

    Akhir2 ini banyak pendukung liberal feminism yang menyuarakan perlunya perombakan hukum2 Islam dengan alasan hukum2 tsb dipengaruhi oleh budaya Arab yang patriarchal yang tidak memihak kepada perempuan. Pandangan mereka ini tampak terlalu di-generalized dan terlihat terburu2 diambil dalam menilai aturan2 dalam Islam. Semua aturan yang dirasa mereka tidak fair dituduh dipengaruhi budaya patriarchal, meskipun jelas2 ada dasarnya dalam Qur'an dan sunnah, terlepas dari berbagai bentuk interpretasinya. Seharusnya mereka menyadari fakta bahwa di dalam Islam laki2 dan perempuan walaupun sama statusnya di hadapan Allah, roles mereka berbeda (secara biologispun sudah jelas beda). Tentunya aturan2 yang berbeda antara laki2 dan perempuan ini akan terasa tidak fair kalau roles mereka tidak berfungsi sebagaimana mestinya, baik dalam lingkup keluarga maupun society in general.

    Wallahu'alam.

    ReplyDelete
  3. Apa kabar nih mas Ridha ? kapan ke Jakarta lagi :)

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah, kami baik2 di sini. Mudah2an begitu pula di sana...
    Doakan ya mudah2an tahun depan bisa ke Jakarta lagi untuk bisa bersilaturahmi... Amin.

    ReplyDelete
  5. Wah taun depan ini kan cuma beberapa hari lagi, hehe iya ditunggu banget mas Ridha...oh ya salam dari ustad Fauzi, skrg beliau lagi memimpin haji :)

    ReplyDelete